Lensa Psikologi Terapan Menjawab
Silahkan Register atau LOG IN di LEPAN (kurang dari 3 menit dan GRATIS), mari saling berbagi membangun mentalitas masyarakat yang sehat dan positif.

Lensa Psikologi Terapan Menjawab

Berbagi kebersamaan untuk saling asah dan asuh menyelami dunia psikologi secara praktis dan aplikatif
 
HomePortalFAQSearchMemberlistRegisterLog in
Search
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
November 2018
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
CalendarCalendar
Latest topics

Share | 
 

 Bagaimana caranya menjadi pribadi yang bahagia dan berguna untuk orang lain?

Go down 
AuthorMessage
nuri
Observer LEPAN
Observer LEPAN


Posts : 1
Join date : 2014-06-28

PostSubject: Bagaimana caranya menjadi pribadi yang bahagia dan berguna untuk orang lain?   Sat Jun 28, 2014 11:27 pm

Selamat malam,

Saya wanita, usia saya 25 tahun. Saya lagi melanjutkan kuliah ke jenjang S2 di salah satu universitas top di kota Bandung, baru saja menjalankan 3 macam usaha, yang pertama di bidang footwear (baru 1 tahun), home decor, dan pernak pernik wanita. Usaha saya ini belum balik modal, tapi di bidang footwear, sudah terlihat peningkatan yang signifikan.

Saya ingin menceritakan pengalaman saya dan semua unek-unek saya, mungkin saudara/i bisa membantu mengatasi permasalahan berat saya. Pertama saya akan menjelaskan tentang lingkungan sekitar saya. Saya anak tertua dari 2 bersaudara, adik saya perempuan usia 18 tahun. Beliau sangat rapuh. Bapak saya seorang dokter dan ibu saya seorang staff pengajar di salah satu perguruan swasta.

Dimulai ketika kecil, ibu saya sering memarahi saya (besar dan seperti hal2 kecil misalkan salah masak dan lupa mematikan listrik) dan sering melakukan kekerasan fisik. Akan tetapi stop setelah saya beranjak dewasa. Hal tersebut juga dilakukan beliau terhadap adik saya ketika kecil, sampai hidungnya keluar darah. Memori masa kecil saya ketika saya diberi makanan oleh pembantu, saya ditampar (mungkin maksudnya saya tidak boleh minta makanan ke pembantu) lalu saya lari ke ayah saya, yang saya kecewa adalah ayah hanya diam bahkan menoleh pun tidak. Sifat ringan tangan ibu saya sudah berhenti, akan tetapi sampai sekarang apabila marah masih sering melemparkan benda2 dan mencaci maki dengan kata2 tidak pantas. Ayah saya orangnya sabar. Beliau mungkin menahan emosi terlalu lama, hingga sekarang sering sakit jantung dan diam2 minum obat jantung tanpa diketahui keluarga. Beliau juga konsultasi psikologi dan ternyata stress.

Adik saya juga punya trauma yang sama, oleh karena itu sifat kami sama-sama pemberontak, akan tetapi kami tidak pernah berbuat sesuatu yang sangat parah. Kami mempunyai pendapat dan tujuan hidup kami yang sangat positif, semua keluarga mendukung, akan tetapi ibu kami egois karena semua perkataannya adalah mutlak dan harus dilaksanakan meskipun itu sebenarnya buruk. Kadang beliau juga suka "mengembangkan" realita, dilebih-lebihkan seolah-olah itu memang keadaan asli.

Saya mempunyai kekasih yang sudah saya anggap sebagai calon, beliau umur 30. Akan tetapi keluarga beliau, keluarga saya, dan saya juga belum menganggap dia sebagai sosok pemimpin dan dewasa. Saya punya sifat cuek dan agak tomboy.. akan tetapi saya comfort dengan sifat ini. Calon saya kadang2 menegur saya dan saya kadang refleks membalas dengan nada yang agak tinggi dan dia merasa saya melawan dia padahal saya merasa tidak melawan. Saya refleks menentang karena saya tidak setuju. Kadang suasana tambah panas dan dia memaki dengan kata2 yang kurang sopan. Saya tidak pernah membalas dia dengan makian, saya selalu balik badan setelahnya dan pergi menangis. Saya tidak mau memperlihatkan kesedihan saya di depan dia.

Saya punya banyak kenalan. Banyak yang mengagumi saya, akan tetapi mencari sahabat yang memang dekat saya rasa susah. Mungkin hanya 1-2 dan mereka pun sudah berkeluarga, saya tidak bisa mengganggu mereka. Saya jarang curhat dan saya ingin ada seseorang yang saya ajak curhat, tidak ada. Semuanya sibuk masing-masing. Pernah saya curhat, ada yang bilang tidak percaya, ada yang cm diam saja. Sebenarnya saya butuh advice. Butuh orang yang bisa membimbing saya.

Kadang saya suka sakit kepala ubun2 (apakah itu stress atau penyakit?). Kadang saya merasa berdosa, mungkin Tuhan melimpahkan cobaan pada saya karena saya mempunyai dosa pada orng tua? Mungkin saya tidak berlaku adil pada semua? Mungkin saya masih kurang sabar?

Saya merasa tidak bahagia. Saya mencoba terbaik untuk membuat orang tersenyum. Saya suka melakukan hal-hal konyol agar mereka tertawa. Menurut saya tertawa mereka adalah salah satu obat mujarab.

Bagaimana dan apa yang saya harus lakukan kepada calon saya yang egois dan emosional? saya yakin bahwa beliau adalah orang baik dan setia.. Bagaimana saya dapat merubahnya? Merubah dia, ibu saya, teman2 saya agar tidak melupakan saya.

Bagaimana saya dapat bahagia dan menyebarkan kebahagiaan itu untuk orang lain sehingga dapat berubah dan merubah mereka menjadi lebih baik?







Back to top Go down
 
Bagaimana caranya menjadi pribadi yang bahagia dan berguna untuk orang lain?
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Jenis-jenis Ikan Predator yang biasa dipelihara
» Sekilas Perlengkapan Yang Dibutuhkan Aquarium Hias Laut
» Percobaan membuat logo pribadi
» menjawab pertanyaan tentang apakah ikan air laut bisa di transisi menjadi air tawar???
» Ikan-ikan yang cocok untuk Aquascape

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Lensa Psikologi Terapan Menjawab :: Tanya-Jawab atau Berbagi Mitra Pengetahuan :: Psikologi Sosial dan Kebahagiaan-
Jump to: